87 Ribu Pengungsi Rohingya Tiba di Bangladesh

Pengungsi Rohingya tiba di kamp penampungan di Ukhiya, Bangladesh, 3 September 2017. Foto: AFP/Lampost.co


DHAKA (Lampost.co)--Sebanyak 87 ribu pengungsi Rohingya tiba di Bangladesh. Mereka datang usai melarikan diri dari kekerasan yang kembali meletus di Rakhine, Myanmar.

Dilaporkan kantor berita AFP, Senin (4/8/2017), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan sekitar 20 ribu pengungsi lain masih berkumpul di perbatasan antara Bangladesh dan Rakhine, Myanmar Barat. Dari laporan PBB, mereka berkumpul di perbatasan untuk mengantre masuk ke Bangladesh.

Meningkatnya jumlah mengungsi akibat kekerasan di Myanmar, Dhaka meningkatkan kontrol perbatasan setelah kekerasan kembali terjadi 10 hari lalu. Meski penjagaan meningkat, petugas perbatasan mengizinkan beberapa pengungsi masuk ke negara mereka.

Lima tahun terakhir, Rakhine menjadi mimpi buruk bagi etnis Muslim Rohingya. Mereka kerap menjadi korban operasi militer Myanmar yang memburu kelompok militan Rohingya.  Sejumlah warga kehilangan nyawanya dalam upaya melarikan diri dengan menyeberangi sungai perbatasan Naf. Sebagian lainnya datang ke kemah pengungsi di dekat perbatasan.

Kekerasan terakhir di Rakhine meletus saat gerilyawan Rohingya menyerang pos polisi terpencil yang menewaskan 15 petugas. Mereka juga membakar desa-desa sehingga banyak yang kehilangan tempat tinggal.

Kepala militer Myanmar mengatakan hampir 400 orang tewas, termasuk di antaranya 370 gerilyawan Rohingya sejak 25 Agustus. Pasukan keamanan Myanmar telah meluncurkan operasi "pembersihan" untuk menyapu gerilyawan yang jumlahnya diklaim semakin banyak.

Kelompok hak asasi manusia menuduh pembantaian Rohingya terjadi di desa-desa terpencil yang dipimpin polisi dan tentara Myanmar dan gerombolan etnis Myanmar.

Menlu RI Bertolak ke Myanmar

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi melakukan kunjungan kenegaraan ke Myanmar. Kedatangannya tersebut untuk membahas situasi terkini di Rakhine.

"Sekali lagi, perjalanan ini adalah membawa amanah bagi semua masyarakat Indonesia agar Indonesia dapat membantu krisis kemanusiaan ini dan dapat segera diselesaikan," kata Menlu Retno ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Minggu 3 September 2017.

"Tidak hanya bawa amanah masyarakat Indonesia, tetapi juga harapan dunia internasional agar Indonesia dapat menyampaikan harapan masyarakat internasional yang juga mengharapkan krisis ini dapat diselesaikan," lanjutnya.

Menlu Retno adalah menlu pertama yang bisa masuk ke Myanmar dan bertemu otoritas setempat untuk membantu selesaikan krisis kemanusiaan tersebut.

"Dari observasi yang saya lakukan, saya adalah menlu pertama yang masuk ke Myanmar dan mengadakan pembicaraan dengan otoritas Myanmar. Mudah-mudahan semuanya lancar dan sesuai seperti yang direncanakan," ujar dia.

Indonesia merupakan negara pertama yang melakukan pertemuan dengan otoritas Myanmar untuk berdiskusi dan menyampaikan keprihatinan. "Kita akan membahas apa yang kita harapkan agar Myanmar dapat melakukan sesuatu karena ini adalah tanggung jawab Myanmar. Tapi, ada bagian di mana Indonesia bisa membantu," kata Retno.

Menlu Retno menegaskan sekali lagi bahwa krisis ini adalah sebuah krisis kemanusiaan yang perlu segera diatasi.

Sumber: https://goo.gl/7u3Ffj

Kajari Lampung Barat Kawal Pembangunan Jalan Sukabumi-Suoh

Kajari Lampung Barat Alex Rahman meninjau pembangunaan jalan provinsi ruas Sukabumi-Suoh yang dibangun Pemkab Lampung Barat, Senin (4/9/2017). Foto: Lampost.co.
LIWA (Lampost.co)--Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Barat Alex Rahman memonitor pembangunan  jalan provinsi  ruas  Sukabumi-Suoh yang sejumlah titiknya dibangun Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggunakan APBD setempat tahun 2017, Senin (4/9/2017).
Alex Rahman bersama Kasi Intel Yanuar Irawan meninjau lokasi pembangunan jalan didampingi Kadis PU Lampung Barat Ansari dan Kabid Bina Marga Lampung Barat Mia Miranda.
Kajari meminta pihak rekanan lebih maksimal dalam merealisasikan pembangunan sehingga kualitasnya sesuai dengan spesifikasi dan penyelesaiannya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. “Monitoring ini untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai dengan ketentuan, dari segi bangunan sesuai dengan spesifikasi dan selesainya sesuai dengan jadwal,” kata Kajari di sela-sela monitoring pembangunan jalan.
Menurut  Kajari, monitoring tersebut sebagai bagian upaya kejaksaan selaku Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) terhadap sejumlah kegiatan pembangunan di Lampung Barat. ”Pak Bupati meminta Kajari membantu pengawasan pembangunan sehingga bangunannya sesuai dengan spesifikasi  dan selesai sesuai dengan jadwal,” ujar Kajari.
Ia melanjutkan sesuai dengan permintaan Bupati Lampung Barat, untuk tahun 2017 terdapat tiga kegiatan pembangunan bersumber APBD yang dilakukan pendampingan (TP4D) oleh kejaksaan. Pembangunan tersebut, antara lain pembangunan Stadion Bumi Sekala Brak  dan dua titik proyek pembangunan jalan ruas Sukabumi-Suoh.

Sumber: https://goo.gl/pyiNrP

Jaksa KPK Cabut Kasasi Bambang Kurniawan

Jaksa KPK Tri Anggoro saat memberi keterangan seusai mencabut kasasi Bambang Kurniawan. Foto: Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencabut memori kasasi terhadap mantan bupati nonaktif Tanggamus, Bambang Kurniawan, Senin (4/9/2017).

Jaksa KPK, Tri Anggoro, mengatakan pada hari itu pihak jaksa yang menuntut perkara gratifikasi Bambang Kurniawan resmi mencabut kasasi yang diajukan dengan alasan putusan banding perkara Bambang telah mengakomodasi semua tuntutan jaksa, termasuk barang bukti uang yang terlampir dalam berkas perkara.

"Pengadilan Tinggi telah memutus barang bukti dalam berkasa perkara dinyatakan dirampas untuk negara, dalam waktu dekat Bambang dieksekusi," ujar Tri Anggoro kepada Lampost.co.

Ia menambahkan tidak ada alasan lagi jaksa menuntut Bambang karena dalam putusan semua telah terpenuhi. "Berarti barang bukti uang dirampas untuk negara," katanya.

Sopian Sitepu, kuasa hukum Bambang Kurniawan, mengatakan sejak awal pihaknya tidak pernah mengajukan banding atau kasasi mengenai putusan yang diberikan pengadilan karena Pengadilan Tipikor Tanjungkarang telah memutuskan perkara tersebut dengan sesuai.

"Kami menilai putusan Pengadilan Tipikor Tanjungkarang sudah benar, jadi kami tidak mengajukan banding atau kasasi," katanya saat dikonfirmasi Senin.

Sumber: https://goo.gl/5rzfz6

Libur Panjang Iduladha, ASDP Bakauheni Siapkan 55 Kapal

Arus penyeberangan masih terlihat normal di pintu loket tiket kendaraan Pelabuhan Bakauheni jelang libur Iduladha, Kamis (31/8/2017) pagi. Foto: Lampost.co


KALIANDA (Lampost.co)--PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni memperkirakan jumlah pengguna jasa meningkat sekitar 5% pada libur panjang Iduladha 1438 H/2017 mulai Kamis (31/8/2017) hingga Minggu (3/9/2017) dibandingkan hari biasa.

ASDP  pun tidak ada persiapan khusus dalam menghadapi lonjakan penumpang maupun kendaraan seperti pada saat hari raya Idulfitri lalu.

"Meski demikian, kami menyiapkan 55 feri untuk melayani penyeberangan Merak-Bakauheni, dengan jumlah 25-26 kapal beroperasi setiap hari,” kata Manajer Operasional PT ASDP cabang Bakauheni Sugeng Purwono saat dihubungi Lampost.co, Kamis (31/8/2017) pagi.

Menurutnya, sejak awal pekan hingga pagi ini, arus penyerangan masih normal. Ia memprediksi  peningkatan arus kendaraan maupun penumpang akan terjadi saat arus balik Minggu (3/9).

Untuk itu,  pihaknya akan memantau, arus penumpang dan kendaraan yang turun ke Pelabuhan Bakauheni.

"Jika saat turun dari kapal yang sandar di pelabuhan Bakauheni terjadi lonjakan signifikan, maka untuk antisipasi arus balik kami akan mempercepat pelayanan (Port time) dari 60 menit menjadi 45menit.Selain itu, saya kami akan operasikan kapal kapalvesar berbobot diatas 5.000 Grosston (GT),” ungkap mantan manager operasional PT ASDP Cabang Gilimabuk,  Bali, tersebut.

Sumber: https://goo.gl/Sw96ey

Arafah Hari Ini Dipenuhi Jutaan Jemaah Haji

Ilustrasi. Jutaan umat muslim berdoa di Jabal Rahmah, saat wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi. Foto:Lampost.co 


MEKAH  (Lampost.co)--Kesibukan warga Mekah meningkat sejak selepas subuh. Bus sudah lalu lalang memadati jalan-jalan utama di Kota Mekah, Arab Saudi.

Sejak kemarin, sekitar 2 juta jemaah haji mulai bergerak ke Arafah secara bertahap. Hari ini merupakan saatnya bagi jemaah untuk melakukan prosesi wukuf, yang merupakan puncak haji.

Jemaah haji Indonesia sejak kemarin sudah memenuhi lobi-lobi hotel menanti armada untuk mengantar mereka ke Arafah. Untuk menuju ke Arafah dilakukan secara bertahap.

Jemaah yang sudah berkumpul di lobi hotel diberangkatkan ke Arafah pada pukul 08.00 waktu Arab Saudi. Sejumlah petugas kesehatan terus mengecek kondisi para jemaah sembari mengingatkan agar para jemaah sering minum air, memakai masker, dan kacamata.

"Minum air yang banyak. Kalau sering ke toilet, tidak apa-apa karena di sana ada toilet. Jangan lupa menggunakan pelindung kepala karena udara di siang hari panas," kata Indah Setyawati, petugas kesehatan Kloter SOC 67, Rabu (30/8/2017).

Sebelumnya, sebanyak 396 jemaah asal Jawa Barat telah berangkat ke Mina untuk melaksanakan ibadah tarwiyah sebelum menjalani wukuf di Arafah.

Jemaah-jemaah itu dari Kloter JKS 47 Jawa Barat, yang terdiri atas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Masjid Salman ITB Bandung, Lembaga Haji Muhammadiyah Jawa Barat, dan KBIH Darur Hiqam Bandung. Mereka berangkat pada Selasa (29/8) selepas magrib.

Pemberangkatan dilakukan bertahap dari hotel nomor 503 di kawasan Syisyah bin Dawood, Mekah. Sementara, jemaah Indonesia yang telah mendaftarkan mengikuti tarwiyah dilaporkan tercatat sebanyak 16.497 orang.

Sumber: https://goo.gl/yvaHco

Pemkab Mesuji Siapkan 24 Ekor Hewan Kurban

Bupati Mesuji Khamami berbincang dengan penjual hewan kurban. Foto: Lampost.co

MESUJI (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyediakan 16 ekor Sapi dan 8 ekor Kambing untuk dijadikan hewan kurban di 21 desa.
Di samping itu, keluarga besar Bupati Mesuji Khamami juga menyiapkan 6 ekor sapi untuk dibagikan di lima desa.

"Untuk sapi sudah dialokasikan untuk 15 desa, dan 8 ekor kambing untuk 6 desa. Kita sudah sarankan kepada desa-desa yang menerima untuk segera diambil semua hewan kurbannya," kata Bupati Khamami di kediamannya, Rabu (30/8/2017).

Menjelang hari raya Iduladha, Khamami mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.

"Dalam momen ini, mari kita kuatkan rasa peduli kepada sesama. Jangan acuh terhadap lingkungan sekitar. Saya mengajak maayarakat untuk bahu-membahu dan rela berkorban demi pembangunan Mesuji lebih baik," ujar Bupati.

Sumber: https://goo.gl/bnTUni

Pesan Kemanusiaan Kurban

Foto: pakdeazemi.wordpress.com


BERDASARKAN hasil sidang isbat Kementerian Agama pada Selasa (22/8), hari raya Iduladha 1438 H jatuh pada Jumat, 1 September 2017. Dengan demikian, umat Islam Indonesia khususnya bisa melaksanakan salat id disusul kemudian dengan menyembelih binatang kurban, seperti kambing, sapi atau kerbau, bagi yang mampu berkurban pada tanggal itu. Kurban hakikatnya wujud pendekatan diri kepada Allah sekaligus mendorong orang untuk peduli dengan sesama.

Sesuai dengan namanya, “adha” yang berarti menyembelih hewan, atau “kurban” yang berarti mendekatkan diri kepada Allah, ia sangat dianjurkan dalam Islam bagi yang mampu melakukannya. Nabi pernah mengatakan dalam hadisnya, “Siapa saja yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir di lapangan kami (untuk ikut salat id)”. (HR Ahmad, Ad-Daruqutni, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim)
Dalam Alquran, Allah juga menyatakan, “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar [108]: 2)

Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya, Majmu’ Fatawa, menafsirkan ayat ini: Allah memerintahkan Nabi untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung, yaitu salat dan menyembelih kurban, yang menunjukkan sikap takarub (pendekatan diri kepada Allah), tawadu, merasa butuh kepada Allah, husnuzan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah, janji, perintah, dan keutamaan-Nya.

Berkurban juga merupakan tapak tilas dari apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Dengan kata lain, ia merupakan bentuk pelestarian dari tradisi atau sunah mulia dua sosok nabi dan rasul Allah.

Zaid bin Arqam berkata, para sahabat bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, hewan kurban apa ini?” Beliau menjawab, “Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim”. Mereka bertanya lagi, “Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Pada setiap bulu ada satu kebaikan”. Mereka bertanya lagi, “Bagaimana dengan suf (bulu domba)?” Beliau menjawab, “Pada setiap bulunya ada satu kebaikan”. (HR Ibnu Majah)

Alquran menceritakan bagaimana awal mula ibadah kurban ini dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Alkisah, pada suatu malam Ibrahim bermimpi disuruh Allah untuk menyembelih Ismail. Merasa itu adalah wahyu Allah, Ibrahim pun siap melaksanakannya. Namun, ia terlebih dulu menceritakan mimpinya kepada Ismail dan bermusyawarah dengannya.

Dengan penuh ketulusan, keikhlasan dan kesabaran, Ismail pun siap disembelih jika itu memang perintah Allah. Ismail tidak membantah atau memprotes perintah-Nya. Mereka pun pergi ke Mina, dan saat belati Ibrahim hendak menggores leher Ismail, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba.

Alquran menuturkan: Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”. Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah). Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim! sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu”. “Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shaffat [37]: 102—107)

Lebih dari sekadar ibadah wujud pendekatan diri kepada Allah (dimensi ritual), berkurban mengandung semangat kepekaan dan kepedulian sosial (dimensi sosial), rasa kemanusiaan. Dengan berkurban, dagingnya bukan semata untuk diri orang yang berkurban, tetapi dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar, terutama orang-orang miskin. Hal ini seperti disebutkan dalam hadis, Ali bin Abi Thalib menuturkan, “Rasulullah memerintahkan kepadaku untuk mengurusi hewan kurbannya, membagi-bagikan dagingnya, kulit dan pakaiannya, kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi sesuatu apa pun dari hewan kurban (sebagai upah) kepada penyembelihnya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dimensi Sosial
Dengan demikian, pesan penting berkurban dari sisi dimensi sosial adalah memberi. Memberi daging kurban yang berarti juga memberi kebahagiaan dan kegembiraan kepada orang lain. Stephen Post dan Jill Neimark dalam bukunya, Why Good Things Happen to Good People (2011), mengatakan bahwa memberi bisa melahirkan dampak positif secara psikis dan fisik bagi si pemberi. Dengan memberi, kita menyingkirkan emosi-emosi negatif yang bergejolak, seperti rasa marah, dengki, dan iri hati, yang tentunya turut menjadi penyebab penyakit-penyakit psikis maupun fisik yang ditimbulkan oleh stres.

Mengutip penelitian Paul Wink, Post, dan Neimark, mengemukakan bahwa memberi dibangun oleh tiga sifat penting: kecenderungan untuk memberi, empati, dan kompetensi, terutama kompetensi sosial. Ketiga sifat ini bergema ke dalam berbagai bidang kehidupan, membawa kesuksesan dalam pekerjaan, persahabatan, dan cinta—dan menghasilkan kebahagiaan dan kesehatan.

Dalam ungkapan Neal Krause, satu orang tidak dapat memberikan bantuan yang efektif bagi orang lain tanpa memasuki pikiran orang lain dengan perasaan simpati dan welas asih. Membantu orang lain meningkatkan rasa kendali seseorang dan meniadakan rasa rendah diri.

Dengan berkurban dan memberikan dagingnya kepada orang lain, kita sesungguhnya tengah membangun kepribadian kita menjadi lebih berkualitas juga menciptakan kondisi dan relasi sosial yang penuh dengan rasa simpati dan welas asih. Dengan berkurban, kita membangun dan memperkuat kepekaan dan kepedulian sosial kita, terutama terhadap orang-orang yang tidak mampu atau lemah secara ekonomi. Kita memberi mereka tidak hanya daging kurban, tetapi juga kebahagiaan dan kegembiraan.

Kebahagiaan dan kegembiraan yang tidak hanya dirasakan saat Iduladha/Kurban, tetapi juga berlanjut ke hari-hari berikutnya. Seperti ditegaskan Nurcholish Madjid (Cak Nur) dalam bukunya, Fatsoen (2002), semua ajaran agama—terutama Islam—bertujuan melakukan kebaikan demi terwujud perikemanusiaan. *

Sumber: https://goo.gl/xpJH8K

Zainudin Minta Distribusi Pupuk Libatkan Pemkab Lampung Selatan

Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan memberikan bantuan kepada petani di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji. Foto: Lampost.co

KALIANDA (Lampost.co)--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meminta dilibatkan dalam pendistribusian pupuk untuk mengatasi permasalahan pupuk,. Pasalnya, selama ini penunjukan distributor pupuk dilakukan produsen sehingga Pemkab tidak berdaya jika terjadi kelangkaan.

Bupati  Zainudin Hasan mengatakan jika permasalahan pupuk harus melibatkan Pemkab agar bisa selaras dengan permintaan petani.

"Permintaan masyarakat didata, maka itulah yang dibutuhkan. Dengan begini bisa sinergi dengan pihak swasta untuk menyiapkan permodalannya atau perbankan bisa memberikan bantuan," kata Zainudin Hasan usai menghadiri silaturahmi dengan masyarakat tani di lapangan Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Selasa (29/8/2017).

Menurut Bupati, konsep pendistribusian pupuk dengan billing system sudah bagus dan canggih. Namun, secanggih apa pun konsepnya tidak akan berjalan kalau pola pikirnya tidak diubah.
"Saya sudah bicara dengan Menteri Pertanian mengenai permasalahan ini. Karena siapa lagi yang dapat mengubah kebijakan ini, kalau tidak Menteri," katanya.

Sumber: https://goo.gl/bk9h9r

OTT Wali Kota Tegal, Bunda Sitha Korupsi untuk Modal Pilkada


Wali Kota Tegal Siti Masitha menggunakan rompi tahanan KPK dikawal petugas meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, kemarin. Foto: MI


WALI Kota Tegal Siti Mashita Soeparno telah selesai menjalani pemeriksaan di KPK, Rabu (30/8/2017) sore. Ia keluar dari Gedung KPK dengan menggunakan rompi oranye khas tahanan KPK. Sebelumnya Siti Mashita ditangkap penyidik KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (29/8). 

Saat diberondong pertanyaan oleh para pewarta, Siti Mashita menyatakan dirinya ialah korban. “Salam hormat saya untuk masyarakat Kota Tegal yang saya banggakan. Saya (menjadi) korban,” kata dia saat hendak menuju mobil tahanan.

Siti Mashita tidak memberikan keterangan lebih perinci dan tidak banyak menjawab pertanyaan wartawan. Satu per satu pertanyaan yang ia jawab ialah pihak yang menurutnya bertanggung jawab. “Amir Mirza Hutagalung,” ujarnya.

Mirza merupakan seorang pengusaha. Ia termasuk satu dari delapan orang yang ikut dibawa KPK. Tidak lama setelah Siti memasuki mobil tahanan, Mirza keluar dari Gedung KPK dengan menggunakan rompi tahanan pula. Ia tidak berbicara atau menanggapi pertanyaan wartawan.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan penyidik antirasywah mengamankan uang tunai Rp200 juta ketika menggelar OTT Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno alias Bunda Sitha dan tujuh orang lainnya.
“Tim menemukan uang tunai Rp200 juta di dalam tas berwarna hijau,” kata Agus Rahardjo dalam jumpa pers.

Tas itu ditemukan di rumah Mirza yang difungsikan sebagai rumah pemenangan di Tegal pada Selasa (29/8) sore. Di lokasi yang sama, tim mengamankan M dan IM yang merupakan sopir Mirza.

Uang Rp200 juta diduga berasal dari Kabag Keuangan RSUD Kardinah, Umi Hayatun. Umi mengambil uang di ruangan bagian keuangan RSUD pada Selasa, sekitar pukul 11.40. Agus menambahkan ada dua kali transfer uang ke rekening Bank Mandiri dan BCA milik Mirza. Setiap transfer bernilai Rp50 juta.

Menurut Agus, kasus yang menjerat Sitha ialah korupsi pengelolaan jasa kesehatan dengan total proyek sebesar Rp5,1 miliar. “Diduga pemberian uang terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah Tegal dan fee proyek-proyek pengadaan barang jasa di lingkungan Pemkot Tegal pada tahun anggaran 2017 dengan total sekitar Rp5,1 miliar,” ujarnya.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan Bunda Sitha dan Mirza diduga melakukan korupsi sebagai modal untuk maju Pilkada 2018. “Sejumlah uang diduga digunakan untuk membiayai pemenangan keduanya,” kata Basaria.


Rezeki Musiman Amirrudin dari Hewan Kurban

Amirrudin (65), pedagang hewan kurban, di lapaknya Jalan Rasuna Said, Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, Rabu (30/8/2017). Foto: Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Semakin tua semakin jadi, itulah pepatah yang cocok menggambarkan semangat juang pedagang hewan kurban musiman, Amirrudin (65). Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia rutin setiap tahun berjualan hewan kurban menjelang Iduladha atau Lebaran Haji.

Ditemui di lokasi berdagangnya dengan papan dan kayu seadanya di Jalan Rasuna Said, Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, ia mengatakan baru berjualan selama 23 hari. “Belum sampai sebulan berjualan, saya akan berjualan terus sampai hari Minggu, 3 September 2017 nanti,” kata Amir, sapaan akrabnya, ditemui Rabu (30/8/2017).

Berkemeja lusuh berwarna putih cokelat, dengan topi untuk melindunginya dari terik matahari, Amir setia menunggu para pembeli mampir ke lapaknya berdagang. Dengan usia yang tak lagi muda, Amir harus bersaing dengan perkembangan zaman dan teknologi jual beli kurban melalui internet, dan juga pesaing pedagang musim lainnya yang lebih muda secara umur.

“Ya di sini ada tiga lapak pedagang, yang lainnya anak muda semua. Sekarang sudah banyak pedagang musiman anak-anak muda. Cuma saya yang paling tua sendiri, senior,” seloroh warga asli Kelurahan Pangajaran, Bandar Lampung, itu.

Dengan sabar dan penuh senyum, Amir melakoni tawar-menawar harga kambing dan sapi kurbannya kepada seorang pembeli yang datang. Dagangan hewan kurbannya dipatok harga yang bervariasi. Sapi paling murah seharga Rp13 juta, ukuran sedang Rp18,5 juta, dan ukuran super seharga Rp23,5 juta. Sementara untuk hewan kurban kambing paling murah seharga Rp1,5 juta, Rp2 juta, Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekornya.

“Keuntungannya tidak banyak untuk sapi paling saya ambil Rp500 ribu. Sementara kambing Rp100 ribu sampai Rp200 ribu saja,” ujar pria dengan delapan anak tersebut.

Asal hewan kurban yang didagangkannya dari Kalianda, Lampung Selatan, dan Tegineneng, Pesawaran. Ia juga mengatakan jika seluruh hewan kurbannya telah lolos pengecekan dari Dinas Peternakan setempat. “Kalau sapi itu dari Kalianda semua ngambilnya. Alhamdulillah sudah dinyatakan sehat semua, jadi aman,” kata Amir.

Jika tidak berjualan hewan kurban, sehari-hari Amir berprofesi sebagai buruh serabutan. Pekerjaan apa pun dilakoninya mulai dari mengecat rumah dan kuli bangunan. “Selagi kaki dan tangan saya masih kuat angkat angkat saya pasti akan kerjakan,” ujarnya bersemangat.

Di lapak dagangan hewan kurban itu dia tidak sendirian, ditemani anak nomor tujuhnya dan satu orang tetangganya, Amir rutin mencari rumput dan dedaunan untuk makan ternaknya. “Ngambil makanannya dari Lempasing. Ya lumayan juga operasional dan nungguinnya rokok dan kopi jaga siang sampai malam habis Rp70 ribu sehari,” katanya.

Pria yang seluruh rambutnya telah memutih ini juga masih berharap bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) setempat. Terlebih kedua anak bungsunya masih bersekolah di SMP dan SMK di Bandar Lampung. “Ya paling enggak ada perhatian. Siapa tahu bisa modalin ternak, setidaknya bantu beli subsidilah,” harapnya.

Amir hanya berharap dagangannya bisa laku sebelum Lebaran Haji tiba, tahun lalu ia mampu menjual 55 ekor sapi dan kambing. “Kalau sekarang baru terjual total 40 ekor saja. Mudah-mudahan masih ada yang membeli,” kata Amir.

Sumber: https://goo.gl/XVN2Ag


Antioksidan Mampu Tangkal Radikal Bebas



Buah dan sayuran mengandung antioksidan. Foto: isigood.com
MENJADI tua merupakan sebuah keniscayaan. Namun, proses penuaan yang dipengaruhi faktor-faktor dari luar tubuh manusia bisa dihambat, salah satunya mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan.
Meski pada dasarnya tubuh dapat membentuk antioksidan alami, paparan radikal bebas seperti asap rokok dan polusi sering tidak terelakkan. Akibatnya, bukan hanya mempercepat proses penuaan, melainkan juga dapat memicu terjadinya serangan jantung, stroke, ataupun penyakit degeneratif lain, termasuk pembuluh darah di otak.
"Antioksidan ini sangat penting. Selain untuk mencegah peningkatan stres oksidatif, juga mampu melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas," ujar dokter Vito A Damay seperti dikutip melalui klikdokter.com.
Ia mengatakan antioksidan dapat diperoleh lewat konsumsi makanan yang tepat misalnya buah-buahan, seperti anggur, beri, dan apel. Sayuran hijau dan ikan laut (sarden atau tuna) juga memiliki kandungan nutrisi dengan efek antioksidan yang tinggi serta bermanfaat bagi tubuh.

Sumber: https://goo.gl/PB3Dan

Memburu Sunset di Pantai Kedu

Pantai Kedu  di Lampung Selatan, Lampung, menjadi salah satu tujuan wisatawan melihat sunset dan foto praweeding. Foto: Lampost.co


KALIANDA (Lampost.co)--Dikenal sebagai kawasan yang rawan akan aksi tindak kriminal dan tempat pembuangan sampah, kini pesisir pantai yang terletak di Jalan Sinar Laut, Lingkungan 4, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, menjadi salah satu tujuan favorit untuk pemburu sunset (matahari terbenam) dan sesi foto preweeding.

Destinasi wisata baru dengan jarak tempuh sekitar 600 meter dari jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Masjid Agung Kubah Intan, Kalianda, itu adalah Pantai Kedu (Pusaran Air).

“Dulu, warga yang melintasi jalan sepanjang pesisir pantai ini sering menjadi korban penodongan lantaran lokasi sepi dan jauh dari permukiman. Selain rawan,  dulu juga sampah menggunung karena dijadikan lokasi pembuangan sampah. Namun, sejak dikelola warga enam bulan lalu, pantai ini menjadi ramai dan aman, “ kata salah satu anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Pantai Kedu ditemui di lokasi pantai, Rabu (30/8/2017).

Menurut dia, setiap hari Pantai Kedu dijaga secara bergantian oleh tujuh anak muda dari 70 orang jumlah anggota Pokdawis yang mayoritas kaum muda putus sekolah. “Mereka (anak muda anggota Pokdawis) tidak lagi ugal-ugalan, mabuk-mabukan dan menyusahkan orang tua. Kini mereka mendapatkan penghasilan dan tidak menganggur. Orang tua mereka sampai mengucapkan terima kasih ke Pokdawis,” ujar Ramad.

Selain Pokdawis, katanya,  Pantai Kedu mempunyai 15 orang penjaga pantai dengan pola kerja satu hari satu penjaga pantai. “Pantai ini mempunyai pusaran dan arus dalam yang kuat. Jadi tidak aman untuk mandi di laut. Untuk itu, dibutuhkan penjaga pantai untuk mengawasi aktivitas pengunjung,” kata Rahmad.

Sumber: https://goo.gl/TVyAFa

KPPG Lampung Sambangi Warga LP Perempuan Way Huwi

KPPG Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Lampung berfoto bersama di LP Wanita Kelas IIA Way Huwi, Rabu (30/8/2017). Foto: Lampost.co

KALIANDA (Lampost.co)--Kesatuan Perempuan Partai Golongan Karya (KPPG) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Lampung menyambangi ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Kelas IIA Way Huwi, Lampung Selatan, untuk sosialisasi mengenai kesehatan, Rabu (30/8/2017).

Ketua KPPG Provinsi Lampung Yusronida Suralaga mengatakan pihaknya berinisiasi untuk mengadakan sosialisasi tentang pencegahan secara dini mengenai kanker serviks dan kanker payudara bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung dan LP setempat.

"Kami hanya sebatas sosialisasi dan praktik pemeriksaan dini diri sendiri mengenai kanker payudara dan serviks. Kami memberikan pemaparan apa saja penyebabnya, dampaknya seperti apa dan bagaimana kita harus melakukan pemeriksaan dari awal," katanya usai sosialisasi.

Kepala LP Wanita Kelas IIA Way Huwi, Sri Astiani, mengapresiasi adanya kegiatan tersebut. Ia mengatakan warga binaan yang ada sebanyak 209 orang dan 2 orang balita. "Kegiatan seperti ini sangat diperlukan bagi kaum perempuan. Melalui sosialisasi dan penyuluhan langsung warga binaan bisa mendapat ilmu pengetahuan yang baik. Mereka juga sangat antusias mengikuti agendanya," katanya.

Sumber: https://goo.gl/CcRRUr

Mudahnya Mencari Makanan Gratis di Mekah Saat Musim Haji

Jemaah haji menyantap makanan. Foto: Antara


MEKAH (Lampost.co)--Selepas zuhur, Selasa (29/8/2017), jemaah Indonesia di sektor 6 kawasan Syisyah, Makkah, bergerak menuju restoran. Mereka tak memesan atau membeli makanan untuk dibawa pulang. Sebaliknya, mereka memakannya di tempat tersebut.

"Setiap hari kami mendapat makanan gratis, terutama pagi dan siang. Saya enggak kenal dengan pemilik restoran, tapi mereka mengundang kami untuk mengambil makanan yang mereka sediakan, gratis. Kebetulan pas katering tidak beroperasi, bisa untuk lauk," kata Abdullah, peserta haji asal Bangka Belitung, sambil menunjukkan makanan yang ia ambil.

Rekan-rekannya juga mengambil makanan yang disediakan pemilik restoran. Bahkan, jemaah dari India ikut mengambil makanan gratis. "Ini untuk jemaah haji, gratis. Sedekah halal," kata pegawai restoran itu.

Jemaah kemudian berseru "Alhamdulillah". Menu yang tersedia selain lauk juga gorengan seperti lumpia dan pangsit. Terkadang menu yang disajikan adalah nasi mandi atau nasi Arab.

Untuk mencari makanan gratis dan air mineral di Kota Mekah sangatlah mudah. Warga Mekah membagikan makanan, buah-buahan, dan air mineral ke setiap orang yang lewat. Apalagi pada musim haji, para pemburu pahala ini berhenti di depan hotel-hotel jemaah dan membagikan makanan yang mereka punya.

Selain Mekah, hal sama dilakukan di Madinah. Di Masjid Nabawi, banyak perempuan membawa bekal sarapan untuk dimakan bersama di halaman masjid. Biasanya mereka mengundang siapa pun untuk sarapan bersama. Bahkan, anak-anak sering diajak ke masjid dan bertugas membagikan makanan kepada jemaah lainnya meski bukan saudara atau kerabat.

Mohamad Saheh, mukimin yang sudah tinggal di Arab Saudi selama 34 tahun, mengatakan bersedekah merupakan ciri khas warga di Tanah Suci.

"Mereka biasa melakukan itu. Ada makanan dibagi. Ada minuman dibagi-bagikan ke orang-orang yang lewat. Kalau bertamu ke rumah orang, tuan rumah pasti menjamu makan. Kalau tamu menolak makan, biasanya tuan rumah akan marah," kata Saheh.

Ketua Dewan Riset Islam Universitas Tabiah, Madinah Prof. Abdul Jabbar Asya'bi menjelaskan ajaran bersedekah telah dilakukan Nabi Muhammad SAW. "Barang siapa bersedekah di kota suci, maka akan berlimpah pahala," ujarnya.

Di dua kota suci Mekah dan Madinah, Nabi mengajarkan empat hal, yakni banyaklah bersedekah, dilarang saling berbantah-bantahan, dilarang berbicara kotor atau mengumpat, dan dilarang berbuat maksiat.

Untuk itulah tidak hanya warga Arab yang berlomba-lomba bersedekah, tapi jemaah pun tidak ketinggalan melakukan hal serupa.

Sedekah yang diberikan jemaah beragam. Mulai dari wakaf Alquran, wakaf kursi lipat untuk jemaah yang tidak bisa sujud saat salat, hingga wakaf kursi roda. Tak sedikit jemaah Indonesia membeli Alquran, kursi lipat untuk diwakafkan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Wakaf Alquran dimaknai untuk membumikan ayat-ayat Allah kepada umat manusia yang merupakan sumber ilmu pengetahuan, filsafat hidup dan keimanan. Bahkan pada zaman Nabi, sahabat-sahabat nabi membuat sumur-sumur yang kemudian diwakafkan untuk masyarakat.

Mengingat wilayah Arab sangat sulit mendapatkan air, maka sumur-sumur itu menjadi sumber kehidupan. Di masa sekarang sedekah air diwujudkan dengan membagikan air mineral. Banyak warga Makkah dan Madinah membagikan air mineral kemasan dan kurma untuk warga sekitar.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menjelaskan jiwa sosial itulah ciri-ciri kemabruran. "Seperti Nabi katakan, ciri-ciri kemabruran adalah punya kepekaan sosial dengan sesama. Peduli sosial dengan sekitarnya. Selain itu sebarkan salam sebagai bentuk perdamaian. Islam cinta perdamaian. Itulah kemabruran yang diharapkan Nabi Muhammad," ujar Lukman.

Sumber: https://goo.gl/ycno2U

Warga dan PNS Cukur Botak Usai Penangkapan Wali Kota Tegal

Salah satu ASN Pemkot Tegal dicukur gundul pasca-penangkapan Wali Kota Siti Masitha Soeparno, di Balikota Tegal, Jawa Tengah. Foto: MTVN


TEGAL (Lampost.co)--Belasan warga Kota Tegal, Jawa Tengah, melakukan aksi cukur gundul, Rabu (30/8/2017), di Balaikota Pemkot Tegal. Mereka senang lantaran Wali Kota Siti Masitha Soeparno ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK semalam.

Tidak hanya warga, aksi tersebut juga dilakukan sejumlah aparatur sipil negara (ASN). Hal itu karena mereka sakit hati dimutasi dan dibebastugaskan oleh politikus Golkar itu.

"Ini bentuk rasa syukur Walikota Tegal (Siti Masitha Soeparno) yang arogan ini terjaring KPK. Makanya kami cukur botak, " kata Khaerul Huda, seorang PNS yang ikut dalam aksi itu, Rabu.

Khaerul mengatakan kegiatan tersebut dilakukan warga yang merupakan aktivis sosial Kota Tegal. Aksi ini juga sebagai simbol hilangnya malapetaka atas kesewenang-wenangan Masitha.

"Saya ikut digundul sebagai partisipasi karena pernah dimutasi oleh Wali Kota tanpa sebab. Gara-gara pimpinan saya dibebastugaskan," kata Baharudin, staf Kelurahan yang dimutasi dari kantor Disdukcapil.

Aksi mereka juga menjadi tontonan para ASN yang sedang bekerja di lingkungan Pemkot Tegal. Sebanyak 13 PNS yang kebanyakan Eselon II dibebastugaskan Masitha beberapa waktu lalu. Posisi mereka pun diisi pelaksana tugas.

Sumber: https://goo.gl/ErfUj2